OUR NETWORK

Ini Bedanya Supercapasitor Dengan Baterai Lithium – Ion

Supercapasitor dan Baterai Lithium – Ion secara garis besar merupakan medium yang digunakan untuk menyimpan energi. Tetapi pada awal munculnya supercapacitor banyak sekali yang mengatakan kalau supercapacitor ini akan membuat baterai tidak lagi akan digunakan.

Padahal sebenarnya dua medium penyimpanan energi ini memiliki karakteristik yang berbeda dan tentu saja pengaplikasiannya yang berbeda. Sehingga tentu saja supercapasitor dan baterai sampai sekarang masih sama – sama digunakan dengan pengaplikasiannya yang berbeda tentu saja.

Nah di bawah ini akan kami berikan beberapa perbedaan Supercapasitor dengan Baterai Lithium – Ion yang mungkin tidak banyak orang ketahui.

1. Kepadatan Daya

Dalam hal ini Supercapasitor memang lebih unggul dibandingkan dengan baterai Lithium – Ion, supercapasitor memiliki kepadatan daya yang tinggi dibandingkan dengan baterai dengan nilai yang sama. Walaupun ada banyak jenis baterai yang beredar di pasaran sebut saja Lithium – Ion, Polimer, Timbal – Asam yang semuanya memiliki kepadatan daya yang berbeda dimulai dari 200 Wh per kilogram hingga 250 Wh per kilogram.

Proses pembuatan juga bisa mempengaruhi dari kepadatan daya yang akan didapatkan oleh baterai. Sedangkan supercapasitor sendiri memiliki kepadatan daya yang jauh berbeda dibandingkan dengan baterai Lithium – Ion dimulai dari 2.500 Wh per kilogram hingga 45.000 Wh per kilogram.

Suatu perbandingan yang sangat jauh apabila dibandingkan dengan baterai Lithium – Ion dengan nilai yang sama. Karena kepadatan dayanya yang tinggi supercapasitor diperlukan ketika arus puncak yang lebih besar diperlukan.

2. Dalam Hal Efisiensi

Dalam hal efisiensi supercapasitor lebih efisien dibandingkan baterai Lithium – Ion. Perbandingannya antara 95 persen daripada baterai Lithium – Ion yang hanya 60 sampai 80 persen dalam kondisi beban penuh. Baterai dalam beban tinggi menghilangkan panas yang berkontribusi pada efisiensi rendah.

Pada baterai Lithium – Ion untuk suhu dan parameter lainnya harus terus dipantau selama pengisian dan pengosongan menggunakan BMS atau Battery Management System, akan tetapi untuk supercapasitor sistem pemantauan yang ketat seperti itu mungkin tidak akan diperlukan.

3. Siklus Dan Juga Umur

Umur atau masa pakai baterai sangat bergantung pada siklus pengisian dan juga pemakaian. Supercapasitor hampir memiliki siklus pengisian yang tidak terbatas, supercapasitor dapat diisi dan dikosongkan sejumlah besar kali, itu bisa satu lakh hingga satu juga waktu. Umur untuk supercapasitor juga sangat Panjang, sebuah supercapasitor dapat bertahan hingga 10 – 18 tahun.

Bandingkan dengan baterai Lithium – Ion yang waktu pengisian dan pengosongan sangat terbatas yaitu antara 200 hingga 500 siklus dalam beberapa kasus dapat mencapai 1.000 kali. Untuk masa pakai tanpa proses pengisian dan pengosongan, baterai Lithium – Ion dapat bertahan hingga tujuh tahun.

4. Discharge Voltage Factor

Baterai Lithium – Ion memberikan tegangan keluaran yang relatif konstan akan tetapi tegangan keluaran yang dihasilkan supercapasitor menurun selama kondisi pemakaian. Oleh karena itu saat menggunakan baterai sebagai sumber daya utama kalian bisa menggunakan regulator buck atau boost tergantung persyaratan dari aplikasi yang kalian gunakan. Akan tetapi ketika kalian menggunakan supercapasitor kalian bisa menggunakan konverter boost rentang lebar untuk mengkompensasi kehilangan tegangan input.

5. Waktu pengisian

Baterai yang berbeda menggunakan algoritma pengisian yang berbeda. Contohnya ketika kalian mengisi baterai Lithium – Ion tegangan konstan dan pengisi daya arus konstan digunakan. Pengisi daya sendiri perlu dikonfigurasi secara khusus untuk mendeteksi kondisi pengisian daya baterai beserta suhunya. Untuk kasus pengisian baterai asam – timbal metode pengisian teteskanlah yang digunakan. Dan untuk sekali pengisian membutuhkan waktu berjam – jam agar baterai dapat penuh.

Sedangkan supercapasitor tidak memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkan muatan penuh. Jadi untuk aplikasi dimana waktu pengisian daya yang dibutuhkan sangat pendek maka supercapasitor sudah pasti menang dibandingkan dengan baterai yang berkapasitas sama.

6. Faktor Resiko

Baterai Lithium – Ion memerlukan perawatan khusus atau perhatian lebih selam kondisi pengoperasian atau pengisian daya. Topologi pengisian dikonfigurasi sedemikian rupa sehingga baterai tidak boleh diisi daya secara berlebihan atau diisi dengan kapasitas arus yang lebih tinggi daripada yang seharusnya diterima baterai. Kalau tidak baterai akan beresiko meledak karena diisi dengan daya secara berlebihan. Sedangkan untuk supercapasitor lebih aman daripada baterai dalam hal faktor resiko.

 

Must Read