OUR NETWORK

Berapa Denda E-Tilang Serta Penjelasan Lengkapnya

Tilang elektronik memang sudah berlaku di seluruh Polda di Indonesia. Setidaknya ada 12 Polda yang sudah menerapkannya dengan beberapa monitor sudah dipasang di sejumlah titik. Dengan begini, pelanggar tidak dapat mengelak lagi.

Kalau mereka sudah melanggar peraturan pasti akan terkena denda dari pihak kepolisian. Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja dari Tilang Elektronik ini. Menurut satuan kepolisian, di sejumlah titik sudah terpasang kamera CCTV sebagai pengintai.

Source Image: oto.detik.com

Ketika ada pelanggar yang melanggar aturan, kamera tersebut akan merekam semuanya mulai dari pelat motor sampai aksi pelanggarannya. Bahkan, akan disertakan bukti foto untuk melengkapi dokumen denda tersebut.

Poin ini yang harus diperhatikan. Petugas akan mengirimkan seurat tilang ke alamat pemilik motor. Bukan kepada siapa pengendaranya. Jika, pemilik dan pengendara berbeda maka jadi keputusan penilik. Siapa yang akan membayar tagihan tersebut.

Hal ini memang merepotkan, tetapi ada manfaatnya di mana bisa menekan tindakan pencurian sepeda motor atau mobil. Karena, melalui cctv bisa dilacak di mana keberadaan armada tersebut.

Tahap Penilangan

Jika, selama ini tahap penilangan dilakukan langsung di jalan raya. Maka, untuk E-tilang ini prosedurnya berbeda. Setelah perangkat menangkap pelanggaran. Petugas akan melakukan identifikasi sumber data kendaraan tersebut.

Siapa pemilik serta alamat rumah lengkap, kemudian dikirim setidaknya 3 hari paling lambat setelah Anda melakukan pelanggaran. Kemudian pemilik kendaraan datang ke sub direktorat penegak hukum atau buka saja melalui situs https:/etle_emje.info/ide.

Setelah melakukan verifikasi, maka Anda dapat melakukan pembayaran melalui BRI. Pemilik akan diberi waktu sampai dengan 15 hari kedepan untuk membayarnya. Jika, tidak maka STNK akan diblokir. Bila, ketahuan oleh petugas maka motor akan ditahan.

Cara Pembayaran yang Benar

Untuk melakukan pembayarannya, Anda bisa datang langsung ke Kantor cabang BRI terdekat. kemudian, sampaikan keinginan untuk membayar tilang elektronik. Petugas akan memberikan semua arahannya kepada Anda.

Tetapi, pembayaran melalui teller sangat lama dan biasanya antrian cukup panjang. Bila ingin menghemat waktu, langsung saja pergi ke ATM dan lakukan transaksi disana. Caranya sebagai berikut;

1. Masukan Kartu ATM
2. Pilih menu pembayaran
3. Pilih transaksi lain
4. pilih kembali pembayaran
5. Selanjutnya, klik menu BRIVA
6. Masukkan 15 nomor angka pada serta tilang
7. Perhatikan betul berapa pembayaran yang harus dibayar
8. Masukkan Pin
9. Dan Transaksi selesai.

Kemudian, Anda bisa pergi ke kantor dan menukarkan STNK yang jadi barang sitaan sebelum Anda membayarnya. Tunjukkan sms atau bukti transaksi. Setelah semua diperiksa sah, maka STNK atau barang jaminan lainnya akan dikembalikan.

Jenis Pelanggaran dan Denda

Polisi sudah menetapkan berbagai jenis pelanggaran yang serta penyertaan denda yang harus dibayar oleh pelanggar. Berikut ini, adalah jenis pelanggaran serta dendanya;

1. Bermain ponsel saat berkendara akan dikenakan Rp750.000,- atau pidana 3 bulan
2. Tidak menggunakan sabuk pengaman, penjara 1 bulan atau Rp250.000,-
3. Melanggar Rambu Lalu Lintas, penjara 2 bulan atau Rp500.000,-
4. Tidak memakai helm, atau memakai helm tapi tidak SNI, 1 bulan penjara atau Rp250.000,-
5. Dengan sengaja menggunakan nomor palsu, 2 bulan atau Rp500.000,-

Serta masih banyak lagi jenis pelanggarannya. Semuanya sudah diatur oleh pihak kepolisian, sehingga Anda sendiri wajib untuk mentaatinya. Salah satu alasan penerapan sistem E-tilang ini adalah memberikan efek jera kepada pelanggar.

Supaya kedepannya, lebih patuh terhadap peraturan di jalan. Selain itu, menghindari berbagai oknum tidak bertanggung jawab. Sering sekali meresahkan masyarakat serta memperburuk citra kepolisian sebagai aparat hukum.

Must Read