OUR NETWORK

Cara Menguras Radiator Mobil

Keberadaan radiator memang memiliki peranan yang sangat penting dalam mobil. Radiator sendiri berfungsi sebagai pendingin suhu mesin mobil agar temperatur kerjanya tetap optimal. Sebagai pemilik mobil kamu harus melakukan perawatan karena beban kerja radiator sangat berat. Kamu perlu menguras airnya dan menggantinya dengan air radiator yang baru.

Kalau kamu ingin mesin mobil tetap prima maka dibutuhkan perawatan radiator setiap 20.000 km. Kalau kondisi air radiatornya sudah keruh, lebih baik langsung menggantinya dengan yang baru. Untuk melihat keruh atau tidaknya air radiator kamu bisa melihatnya dari lubang kecil yang ada di atas radiator.

Cara Menguras dan Mengganti Air Radiator Mobil

Source Image: pinterest @carpartscom

Sebagai pemilik mobil kamu bisa melakukan penggantian air radiator sendiri tanpa harus datang ke bengkel mobil. Dalam hal ini kamu perlu tahu cara benar dalam menguras dan mengganti air radiator yang baru. Mengingat kalau salah penanganan akan menyebabkan mesin mobil bisa mogok.

Kalau kamu ingin mencoba melakukan pergantian sendiri di rumah, silahkan simak penjelasan berikut ini :

Menguras air radiator mobil

  1. Apabila kondisi mesin mobil dingin maka silahkan panaskan dulu sekitar 5 menit. Hal ini bertujuan agar cooling system bisa berputar untuk menghindari kotoran yang mengendap pada bagian bawah.
  2. Kalau mesin sudah panas, kamu bisa mulai buka penutup radiator secara perlahan. Setelah itu kamu bisa membuka lubang pembuangan air radiator yang sudah keruh.

Proses pengisian air radiator yang baru

  1. Ketika air radiator yang kotor sudah keluar, silahkan tutup kembali lubang pembuangan air radiator yang kotor.
  2. Mulai pengisian air radiator dengan menambahkan coolant. Kalau untuk mobil yang ada katup pembuangan udara, silahkan dibuka pada saat pengisian air.
  3. Kalau sudah penuh, silahkan tutup lagi lubang radiator sampai rapat.
  4. Tahap selanjutnya adalah menghidupkan mesin mobil namun AC biarkan mati. Silahkan hidupkan mesin sampai kipas elektriknya berputar. Kalau sudah, silahkan matikan mesin mobil.
  5. Pada saat menghidupkan mesin, jangan lupa untuk memperhatikan temperatur gauge pada dashboard. Kalau temperaturnya sudah naik silahkan segera mematikan mesinnya. Kalau mobil kamu tidak ada kipas elektriknya maka bisa melihat indikator temperatur di dashboard.
  6. Setelah itu kamu perlu mengecek kembali air radiator setelah mesin sudah dingin. Ketika air radiatornya masih tetap penuh maka proses pengisian air radiator pada mobil sudah berhasil.
  7. Kamu juga perlu memeriksa tangki cadangan air radiatornya. Pastikan permukaan air dalam tangki ini harus di atas batas minimum.

Ketika kamu melakukan penggantian air radiator pada mobil pastikan kamu menggunakan air radiator yang berkualitas. akan lebih baik kalau kamu menggunakan air radiator yang sesuai dengan kebutuhan mesin mobil.

Mengapa pada saat mengisi air radiator, mesin mobil harus panas? Kemungkinan besar ketika kamu mengisi pada kondisi mesin mobil dingin, air radiator tidak bisa menjangkau bagian mesin yang posisinya jauh dari tabung radiator.

Ketika mesin mobil sudah panas, karna air radiator akan  disedot ke seluruh bagian mesin. Hal inilah yang menyebabkan air radiator seakan berkurang ketika penutupnya dibuka kembali dalam kondisi mesin dingin.

Pastikan untuk selalu konsisten menggunakan air radiator yang berkualitas setiap akan melakukan pengisian ulang. Hal ini bertujuan agar mesin mobil performanya tetap bagus dan nyaman digunakan.

Demikianlah penjelasan mengenai beberapa cara melakukan pengurasan dan pengisian air radiator pada mobil. Pastikan mengganti air radiator pada saat mesin panas agar lebih maksimal. Semoga dengan adanya penjelasan ini bermanfaat dan bisa mencobanya sendiri di rumah.

 

Must Read