OUR NETWORK

Coba Simak Gejala Serta Penyebab Dari Putusnya V-Belt

Dalam motor matic mempunyai bagian atau komponen penting yang harus diperhatikan yaitu Van velt atau V-belt. Di mana fungsinya hampir sama dengan rantai pada motor manual agar roda bisa berputar.

Sama halnya seperti komponen lainnya. V-belt ini juga punya usia serta kadaluarsa pemakaian sehingga, bila tidak diperhatikan benar akan membahayakan para pengendara. Oleh karena itu, sebelum putus harap sudah diganti.

Lalu, bagaimana mengenali tanda-tanda V-belt sebelum putus? Hal pertama yang harus diperhatikan adalah munculnya bunyi di bagian boks CVT. Terutama pada saat melakukan akselerasi awal.

Setelah dijalankan, kembali terdengar suara decitan di bagian CVT tersebut ketika Motor Anda jalankan. Selanjutnya, tarikannya terasa begitu berat dan tidak terlalu mulus, seperti saat CVT ini terendam banjir.

Cobalah lakukan kecepatan tinggi, rasanya mesin rpm akan naik hanya saja kecepatannya tidak bertambah sama sekali. Tidak terlalu mulus seperti kampas kopling yang habis terbakar atau mendeteksinya melalui getaran.

Tetapi getaran tersebut tidak begitu efektif, karena beberapa kali tidak terasa dan menghilang ketika berjalan. Lalu apa yang jadi penyebab dari V-Belt ini bisa terputus, coba simak pembahasannya, siapa tahu bisa memperpanjang umurnya.

Penyebab Dari V-Belt Bisa Terputus

Source Image: blog.belipart.com

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi V-Belt tersebut putus begitu saja. Bukan hanya usianya yang sudah lama, motor baru bila tidak diperhatikan cara perawatan serta pemakaiannya pasti juga akan putus.

Oleh karena itu, cobalah untuk mengurangi beban kerja atau akselerasi yang berlebihan. Keduanya ini menjadi bagian penting yang membuat V-Belt akan terputus begitu saja. Kinerja berlebihan bisa didapatkan saat Anda mencoba melintas di berbagai trek.

Saat kinerja mesin sedang kurang bagus, jalanan ternyata rusak dan dipaksakan, atau mencoba melintas ditanjakan. Membuat kondisi V-belt sendiri jadi berkurang drastis. Penurunan kondisi ini membuatnya mudah rusak atau terputus.

Oleh karena itu, jangan dipaksakan untuk melintas bila kondisi kendaraan kurang bagus. Untuk mengetahuinya, cobalah ke bengkel terdekat agar semua dapat diperiksa secara menyeluruh.

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah pelumasan terutama pada transmisi gearbox dan CVT. Keduanya kurang begitu diperhatikan. Kalau kondisinya dibiarkan begitu saja, membuat berbagai komponennya menjadi seret. Kalau sudah begini, kinerja dari V-belt akan jadi sangat berat.

Solusi Memperpanjang Umur V-Belt

Tidak dapat dipungkiri bahwa, memperpanjang usia dari V-belt ini sangat penting, karena usianya sendiri maksimal 35 ribu kilometer. Sayangnya, banyak yang tidak sampai di angka tersebut. Oleh karena itu, cobalah rajin membawanya ke bengkel.

Mintalah kepada petugas bengkel untuk memberikan pelumas atau cairan yang berfungsi memperpanjang usianya. Selain itu hindari modifikasi yang menggunakan komponen asal atau sembarangan.

Kemudian, dipaksakan sehingga membuatnya tampil lebih menarik. Sayangnya, lambat laun ada komponen yang rusak sehingga, kinerja dari V-Belt sendiri akan sangat sulit. Jadi, harap hati-hati dalam memilih aksesorisnya.

Tetapi, lebih disarankan untuk tidak memodifikasinya secara berlebihan. Memang hasil modifikasi membuatnya jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Tetapi, ada komponen yang juga harus dirawat bila salah dalam proses pemasangan akan merusak secara keseluruhan.

Langkah ketiga adalah jangan terlalu melaju dengan kecepatan tinggi, lebih baik aturan dalam berkendara. Jangan terlalu sering bermain gas dan rem. Tidak hanya V-belt saja yang akan rusak, tetapi konsumsi bensin juga jadi boros.

V-belt merupakan komponen penting yang harus diperhatikan bagi para pemilik kendaraan bermotor. Usianya hanya 35 ribu kilometer. Tetapi, Anda dapat mengubahnya baik memperpanjang atau membuat umurnya jadi pendek.

 

Must Read