Honda EM1 Motor Listrik yang Mengganti Ban Harus di Bengkel Resmi

Honda EM1 akhirnya sudah resmi meluncur di Indonesia. Unit ini memang cukup menarik karena, menjadi yang pertama untuk pabrikan asal Jepang tersebut meluncurkan motor listrik.

Dari sekian banyak fitur dan pembahasan mengenai motor satu ini. Ada yang perlu Anda perhatikan saat membelinya yaitu mengenai penggantian ban, khususnya bagian belakang, jadi tidak boleh sembarang begitu saja.

Reza Rezdie, bagian Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), menjelaskan bahwa konsumen yang ingin mengganti ban belakang harus mengunjungi bengkel resmi yang ditunjuk, yaitu e:Shop karena pelanggan dilarang keras menggantinya sendiri.

Penggantian Ban Honda EM1

Sumber Gambar: Uzone.com

Alasan utama mengapa pihak pabrikan menerapkan aturan ini adalah proses penggantian ban tersebut melibatkan pelepasan bagian bodi tengah. Kondisinya tidak semudah yang dibayangkan karena ada kabel-kabel yang terintegrasi dengan motor.

Bila salah atau asal saat melepasnya, kemungkinan besar akan merusak alur atau pola kabel tersebut. Kalau sudah begini, bisa jadi beberapa fungsi dari kendaraan itu sendiri bisa mengalami kerusakan dari yang sederhana sampai sangat rumit.

Prosedur penggantian ban Honda Em1 dimulai dengan melepas pelek, yang terintegrasi dengan motor listrik. Reza menekankan bahwa proses ini tidak dapat dilakukan dengan mudah di bengkel umum, karena pelepasan pelek harus dilakukan dengan hati-hati.

Bahkan mereka para teknisi perlu ketelitian tingkat tinggi. Takutnya bila memakai jasa bengkel umum ada kesalahan yang membuatnya menimbulkan kerusakan dan kemungkinan memberikan kerugian besar untuk Anda.

“Kenapa harus ke sana (e:Shop)? Karena penggantian ban belakang itu harus melepas rodanya. Di situ ada kabel untuk daya, maka kabelnya harus dilepas,” ungkap Reza kepada Carmudi saat diwawancarai di AHM Safety Riding & Training Center Deltamas, Jawa Barat.

Prosedur yang Rumit dan Sulit

Sumber Gambar: momotor.id

Pentingnya prosedur yang hati-hati ini terletak pada fakta bahwa kabel-kabel yang terhubung dengan motor listrik memiliki jalur atau routing yang mencapai bagian tengah sepeda motor. Oleh karena itu, melepas bagian bodi tengah menjadi suatu keharusan ketika ingin mengganti ban belakang.

“Untuk melepas kabel (routing) itu harus sampai ke bagian tengah. Maka bukan hanya membongkar rodanya saja, tapi ada beberapa bagian itu yang harus dibongkar untuk mengakses kabel yang terkoneksi ke PCU atau otaknya,” jelasnya.

Ketika konsumen melakukan penggantian ban di bengkel resmi, mereka dapat yakin bahwa teknisi yang menangani proses tersebut memiliki keterampilan khusus dalam menangani motor listrik. Hal ini meminimalkan risiko kerusakan yang mungkin terjadi selama proses pelepasan hingga penggantian ban belakang.

Andai saja ada kesalahan yang membuat kendaraan mengalami kerusakan, Anda bisa mengajukan klaim ke bengkel resmi Honda. Dengan begitu kerugian bisa ditekan sedemikian rupa.

Meskipun prosedur ini mungkin terlihat kompleks, ban depan Honda EM1 e: dapat diganti di bengkel ban manapun. Reza menegaskan bahwa ban depan motor listrik ini sama dengan motor konvensional pada umumnya, sehingga konsumen dapat melakukan penggantian di tempat servis yang lebih umum.

Dari segi spesifikasi, Honda EM1 e: dan EM1 e: Plus memiliki kaki-kaki yang serupa namun dengan pelek berukuran berbeda. Bagian depan dilengkapi pelek berukuran 12 inci yang dibalut ban 90/90, sementara bagian belakang menggunakan pelek 10 inci dengan ban 100/90.

Motor listrik ini menggunakan tipe in-wheel brushless motor yang melekat pada roda belakang dan mampu menghasilkan tenaga sebesar 1,7 kW atau setara dengan 2,2 hp, dengan torsi mencapai 90 Nm.

Dengan peluncuran motor Honda EM1 pabrikan berusaha menghadirkan alternatif ramah lingkungan bagi konsumen di Indonesia. Meskipun penggantian ban belakang memerlukan perhatian ekstra, hal ini menunjukkan komitmen Honda dalam menghadirkan inovasi di bidang transportasi yang berkelanjutan.

Must Read

Related Articles